Jumat, 27 Mei 2016

Summer in Japan

Matahari Terbit 
di Puncak Tertinggi Negara Matahari Terbit


-Temukan Keindahan Jepang di Musim Panas-

Liburan ke Jepang pastinya telah menjadi impian banyak orang. Siapa yang tidak ingin menapaki kaki di negara yang setiap musimnya selalu memiliki kejutan tersendiri. Banyak yang bermimpi ingin pergi ke Jepang saat musim dingin karena ingin sekali melihat salju yang tidak pernah ditemukan di Indonesia. Begitu halnya juga dengan musim semi saat dimana bunga sakura memenuhi alam Jepang. Para wisatawan dari Indonesia pastinya tidak ingin melewati kesempatan melihat bunga yang tidak tumbuh di negaranya. Musim gugur dengan keajaiban warna dedaunannya juga menjadi daya tarik yang tak terelakkan. Ini sangat menarik bagi kita yang biasanya hanya melihat daun berwarna hijau, sementara saat musim gugur di Jepang kita bisa menyaksikan daun berwarna kuning maupun merah hati. Saya pun berpikir di Jepang autumn is a second spring when every leaf is a flower. Jangan sampai salah sangka yang mana bunga dan yang mana daun, ya!

Tetapi masih tersisa satu musim lagi. MUSIM PANAS! Wisatawan Indonesia mungkin akan berpikir dua, tiga atau bahkan lima kali lipat untuk pergi ke Jepang saat musim panas. Panasnya musim kemarau di Indonesia saja tak kunjung usai, bagaimana mungkin mengunjungi negara empat musim di saat musim panas? Mungkin pertanyaan ini yang akan ada di benak kita. Banyak yang berpikir akan membuang kesempatan yang langka untuk menikmati musim-musim lainnya yang dirasa lebih menarik dan tidak bisa ditemukan di Indonesia. Terbukti dari survey kecil yang saya lakukan di kantor, saya menemukan hasil dari 25 orang responden, 10 orang ingin ke Jepang pada musim semi, 7 orang ingin pergi saat musim dingin, 7 orang lainnya memilih musim gugur dan hanya 1 orang yang menjawab ingin pergi di bulan Agustus (walau tidak mengatakan Musim Panas) dengan alasan ingin menonton summer sonic, festival musik di Jepang. 

Hanya 1 orang yang memilih ingin pergi di musim panas, itupun dengan alasan tertentu yang terkait event khusus. Musim panas di Jepang tidak semenyebalkan itu dan sebenarnya ada sisi indah Jepang di musim panas yang bisa membuat kita bertekuk lutut, lho. Foto ini adalah jawabannya.


sumber : giantbomb.com

Gunung Fuji atau yang sering disebut dengan Fujisan. Apa hubungannya dengan musim panas? Gunung yang sangat populer ini hanya bisa didaki saat musim panas. Walaupun demikian, bukan berarti kita tidak dapat menikmati keindahan Fujisan di musim lainnya. Di musim dingin, semi dan gugur kita bisa menikmati keindahan Fujisan dari berbagai tempat. Tetapi perbedaannya hanya di musim panas kita dapat melihat keindahan alam Jepang dari puncak tertinggi Gunung Fuji. 

Saat cuaca cerah, Fujisan akan terlihat epik dengan salju di puncaknya, kecuali pada musim panas. Ini tentunya akan menjadi target yang sangat diincar oleh para fotografer. Tetapi jangan berharap banyak pada saat hujan ataupun mendung ya, karena Fujisan akan sulit terlihat. Well, selamat melihat Fujisan secara nyata.




Fujisan di Empat Musim

        Pada gambar no. 1 adalah penampakan Fujisan saat musim panas. Kurang menarik untuk difoto? pastinya! Karena pada saat itu foto terbaik akan dapat diabadikan di puncaknya. Ada pepatah jepang mengatakan, mendakilah Gunung Fuji sekali, hanya orang bodoh yang mendakinya dua kali. Saya lantas berpikir, saya ingin jadi orang bodoh dalam hal ini. Setiap melihat foto Gunung Fuji, terbesit di benak saya "saya pernah berdiri di puncak itu" dan rindu ingin dapat mendaki lagi. 

       Wahai para pencinta hiking, musim panas adalah saat yang tepat untuk travelling ke Jepang. Dari sekian banyak gunung di dunia, rasanya Fujisan telah menjadi salah satu gunung impian bagi para pendaki. Mendaki Fujisan sangat menyenangkan dan memiliki keseruan tersendiri apalagi di puncaknya nanti kita dijanjikan dengan pemandangan sunrise yang tak ada duanya. Walau terbilang musim panas, namun kita tidak akan merasa gerah dikarenakan udara dingin pegunungan.

Tentang Fujisan
Fujisan telah menjadi inspirasi budaya dalam kehidupan orang Jepang sejak dahulu. Berloksai di pulau utama Jepang, yaitu Pulau Honshu dan berada di antara prefektur Shizuoka dan Yamanashi, Fujisan merupakan gunung tertinggi di Jepang dengan ketinggian 3776 mdpl. Gunung yang menjadi ikon Jepang ini memiliki keistimewaan yang akan dikenang bagi setiap orang yang melihatnnya, yaitu bentuknya yang simetris dan salju di puncaknya.

Pendakian Fujisan
Fujisan dibuka untuk pendakian hanya pada bulan Juli dan Agustus, dimana kondisi cuaca relatif tenang dan suhu yang cukup hangat. Pendakian biasanya dilakukan pada sore hari untuk mengejar sunrise. Ada 4 rute pendakian Fujisan, yaitu Rute Yoshida di Prefektur Yamanashi dan Rute Fujimiya, Rute Subashiri, dan Rute Gotemba di Prefektur Shizuoka. Titik pendakian dari kaki gunung hingga puncak dibagai menjadi 10 tingkatan. Masing-masingnya disebut dengan istilah pos 1, 2 dan seterusnya. Di sini saya akan jelaskan pendakian dengan Rute Yoshida, yang merupakan rute terpopuler.

Berangkat dari pusat kota Tokyo bisa menggunakan bus dari stasiun Shinjuku dengan tarif 2.700 yen ke Stasiun 5 Rute Yoshida. Berikut jadwal pendakian yang bisa diaplikasikan untuk mengejar sunrise dengan pendakian yang dimulai dari stasiun 5 atau disebut juga dengan tingkat 5.

Jam 10:00 : pendakian dimulai dari tingkat 5
Jam 17:00 : tiba di penginapan tingkat 8 (makan dan tidur)
Jam 02:00 : menuju puncak (siapkan senter kepala karena gelap gulita)
Jam 04:30 : tiba di puncak
Jam 05:00 : saksikan sunrise dan percayalah kamu telah berada di pucak tertinggi Jepang
Jam 06:00 : bisa melanjutkan jalan-jalan di sekitar puncak 
Jam 09:00 : turun gunung
Jam 13:00 : tiba kembali di tingkat 5



Catatan: penginapan di tingkat 8 akan penuh di musim pendakian (terutama weekend), sangat disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu. 



 
Suasana di Tingkat 5 



Persiapan Para Pendaki



Saya dan Teman Saya, Nagisa-san 

 

Saya dan Pendaki Lainnya di Tingkat 7

 

Foto-foto; Ini Sangat Jitu Menghilangkan Rasa Lelah

 

Akhirnya Tiba di Tingkat 8

 

Berhubung bulan Agustus dan masih suasana Kemerdekaan RI
Bendera Merah-Putih hasil karya sendiri berhasil dikibarkan 
di Puncak Gunung Fuji pada 22 Agustus 2014


 

Tidak ada alasan untuk tidak jatuh cinta dengan
Matahari terbit di puncak tertinggi negara matahari terbit

 

Negeri di Atas Awan

 

"Ma, anakmu berhasil mendaki Gunung Fuji"

 

Suasana Turun Gunung
Terlihat mudah, tetapi sebenarnya tidakkk.
Tapi seru, percaya deh.


Rasa dingin yang mencekam akan mengantarkan kita menyaksikan lukisan Tuhan dari puncak tertinggi Jepang dan ini pastinya akan menjadi pengalaman paling berkesan yang pernah kita alami. Kemegahan sunrise inilah yang membuat Fujisan menjadi aset wisata yang dapat kita kunjungi dan ingat, hanya di musim panas, lho. 

Persiapan Sebelum Mendaki
Sukses mencapai puncak Fujisan akan menjadi kepuasan tersendiri bagi siapapun. Sebelum melakukan pendakian, pastikan fisik Anda salam kondisi baik dan siapkan kebutuhan yang diperlukan.

Berikut beberapa hal yang harus disiapkan:
·      Sepatu Hiking
·      Baju Lengan Panjang
·      Celana Panjang (Bukan Jeans)
·      Topi dan penutup telinga
·      Sunglasses
·      Sarung Tangan
·      Kaos Kaki
·      Ransel
·      Jas Hujan
·      Pakaian Hangat (Ini sangat dibutuhkan saat malam tiba)
·      Lampu Kepala
·      Air Minum
·      Bekal Makanan
·      Uang Tunai

 

Penampakan Saya Saat Mendaki 
(Baju hangat, topi, penutup telinga hanya digunakan saat pendakian malam hari dan subuh karena dinginnya sudah mulai menggoda mencekam.)



Bagaimana Jika Tidak Suka Mendaki?

Hello... Wisata Fujisan tidak hanya hiking semata, kawan. Banyak hal lain yang dapat dilakukan di sekitar Fujisan. Jika diantara kamu tidak suka mendaki, ada banyak pilihan Land Tour yang bisa dinikmati di musim panas, lho. Paket-paket menariknya bisa dilihat di web H.I.S dan tidak hanya mengantarkan kita ke area Gunung Fuji melainkan juga ke daerah lainnya yang masih dekat dengan Gunung Fuji, seperti tur Tokyo With Daily Fuji & Hakone, atau promo seru tur Gunung Fuji - Hakone dengan harga super murah yang bisa di lihat di sini. Tentunya masih banyak promo-promo lainnya yang tak kalah menarik. Kira-kira apa saja keseruan di musim panas? Ini dia jawabannya!


Fuji Q Highland
Bagi pencinta Theme ParkFuji Q Highland wajib untuk dikunjungi bukan hanya karena Disneyland terlalu mainstream, tetapi memang benar adanya kita akan sangat dibuat jatuh cinta dengan tempat ini. Taman bermain yang terletak di Fujiyoshida, Prefektur Yamanashi ini terkenal dengan roller coasternya yang sangat memacu adrenalin. Salah satu roller coaster yang bernama "Fujiyama" pernah menyabet predikat roller coaster tertinggi dan tercepat di dunia, lho. Jika ada yang ingin bertemu dengan hantu Jepang bisa ditemui di rumah hantu di sini. Oh ya, akan lebih baik datang ke sini di musim panas jika tidak mau beku saat naik roller coaster dan juga permainan menegangkan lainnya. Penasaran? Ada baiknya intip di sini dulu untuk lebih lengkapnya. Siap-siap untuk terhipnotis dan keinginan untuk pergi semakin menjadi-jadi. 
                  

sumber : ourworlds.co




Lake Kawaguchiko 
Merupakan salah satu danau dari 5 danau yang mengitari yang mengitari Gunung Fuji. Saat terbaik untuk melihat Fujisan dari sini adalah selama Festival Bunga Lavender atau yang disebut dengan "FESTIVAL HERBAL" yang diadakan setiap tahun dari akhir Juni sampai pertengahan Juli. 

http://d1udmfvw0p7cd2.cloudfront.net/wp-content/uploads/2014/06/z2-okubo-herb-a-20140620.jpg

sumber: www.japantimes.co.jp

Akses: Sekitar 10 sampai 30 menit dari Stasiun Kawaguchiko, Fujikyuko Line dengan bus


Taman Oishi dan Yagisaki (Festival Herbal)
Di taman inilah festival herba diadakan. Festival ini menyuguhkan bunga-bunga lavender yang bermekaran dengan latar belakang Fujisan. Suatu keharmonisan antara warna ungu bunga lavender dengan birunya danau Kawaguchiko. Inilah saat terbaik untuk rileks dengan menghirup udara segar yang berpadu dengan wanginya bunga lavender. 


http://shizuoka.mytabi.net/fuji/images/yagisaki-park_01_2.jpg

Akses: Sekitar 10 sampai 30 menit dari Stasiun Kawaguchiko, Fujikyuko Line dengan bus

Iyashi no Sato
Para pengunjung dapat membeli berbagai produk lokal, melihat berbagai pajangan tradisional di museum dan juga menyewa studio foto dengan mengenakan kimono atau baju samurai. Dari sini kita dapat membayangkan bagaimana penampakan Fujisan seperti pada era Edo. 

https://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/03/b1/cf/29/saiko-iyashi-no-sato.jpg 

sumber : tripadvisor.com


Akses: Sekitar 40 menit dari Stasiun Kawaguchiko dengan retro bus

Gotemba
Merupakan sebuah kota dekat Fujisan yang terkenal oleh pusat perbelanjaannya yang besar (Gotemba Premium Outlets). Walau terbilang jauh dari pusat perkotaan, kita masih dapat memanjakan diri dengan berbelanja berbagai produk-produk ternama dunia sembari menikmati kemegahan Fujisan. Pusat perbelanjaan ini memiliki sekitar 200 toko, 50 restoran dan ferris wheel juga, jadi sembari sang ibu memenuhi hasrat berbelanja, sang ayah bisa menemani anak bermain, hahaha.
                

https://www.cigna.co.th/sites/default/files/suggestion_places/Gotemba%20Premium%20Outlet%20(Hakone).jpg

sumber : www.cigna.co.th


Pengalaman saya: lebih fokus melihat dan motret Gunung Fuji ketimbang berbelanja. Ini terbukti sehat bagi dompet. 



Yes, Here I'am 


Cuma Jalan-Jalan Nih? Kapan Makannya?

Tenang! Bagi pencinta kuliner, setelah lelah berkeliling dan menikmati pemandangan yang ada, jangan khawatir karena ada banyak masakan khas Fujisan yang akan menjamu kita. 
Apa saja ya? Yuk intip!

Houtou
Mie tipis yang lebar ini direbus dengan menggunakan miso dan sayuran seperti labu, jamur atau kentang. Hoto adalah menu khas Prefektur Yamanashi yang dapat kita jumpai di kedai makanan maupun restoran di sekitar area Fujisan. Walau musim panas sekalipun, di kawasan Fujisan tetap dingin jadi sangat cocok menikmati hidangan ini.


http://www.japantimeline.jp/uploads/timeline/image/518/20150414035042.jpg
Yoshida Udon
Yoshida Udon sangat populer di Yamanashi. Salah satu jenis udonnya adalah Hiyashi Udon, yaitu mie dingin yang disajikan dengan daging. Udon ini berbeda degan udon pada umumnya. Teksturnya pipih dan kenyal. Ini menjadi salah satu makanan khas di Prefektur Yamanashi dan sangat cocok dihidangkan saat musim panas. Panas dan gerah saat liburan musim panas di Jepang? Manjakan lidah dengan Hiyashi Udon. Oke, great. Craving for Hiyashi Udon T.T  

 



Soft Ice Cream Buah Momo (Persik)
Tidak hanya makanan berat, kita juga dapat menikmati dessert yang juga khas di area Fujisan. Momo adalah buah persik Jepang yang sangat favorit di musim panas. Selain dapat dinikmati langsung, buah momo juga sering diolah menjadi es krim. Sensasi makan es krim di saat musim panas sudah tentu nikmatnya tiada tara. 



Bagaimana Cara Ke Jepang? 

Guys, kita tak perlu pusing-pusing lagi untuk mengurus perjalanan ke Jepang. Kini terdapat banyak penyedia jasa tour dan travel yang memiliki paket wisata ke Jepang. Salah satu yang sangat berpengalaman dan terpercaya adalah H.I.S yang menyediakan layanan individual maupun group tour dengan tujuan perjalan domestik maupun internasional. H.I.S hadir dengan produk yang memudahkan wisata kita, salah satunya adalah HAnavi yang merupakan kolaborasi antara H.I.S dengan ANA (All Nippon Airways). HAnavi dirancang khusus untuk wisatawan asing yang datang ke Jepang. HAnavi menyediakan paket tiket penerbangan domestik dengan harga murah meriah yang berangkat dari Tokyo atau Osaka. Untuk mengetahui lebih banyak tentang H.I.S, kalian dapat mengunjungi official page facebook H.I.S

Ingin Ke Jepang Gratis? 
Ayo masih ada waktu untuk kita mengikuti kontes blog yang diadakan oleh H.I.S. Siapa tahu salah satu dari kita bisa beruntung memenangkan Summer Trip ke Jepang! Ayo buruan mumpung masih ada kesempatan hingga 2 Juni 2016 mendatang.

Ikuti Present Campaign HIS Summer Trip Blogging Competition




Sumber:
http://japantourlist.com/id/naik-gunung-fuji-di-masa-pendakian-resmi/
http://mcha-id.com/13067
http://www.jnto.go.jp/eng/indepth/scenic/mtfuji/fuji_05.html

Senin, 15 Februari 2016

Ketika Fashion Menjadi Kebutuhan Primer

Saya tinggal di pulau dewata, Bali, tempat dimana adat istiadat masih sangat kental di tengah-tengah masyarakatnya. Salah satu cerminan budaya Bali adalah pakaian adatnya. Keseharian masyarakat Bali yang tidak luput dari kegiatan adat membuat eksistensi pakaian adat menjadi tidak bisa ditawar lagi. Ketika kalender Bali menunjukkan hari baik untuk menikah, kita dapat menjumpai masyarakat yang mengenakan pakaian adat hampir disetiap sudut Bali. Para pria biasanya tidak begitu banyak berpetualang dengan fashion. Tetapi lain halnya dengan kaum wanita yang cenderung tidak bisa dilepaskan dari hal yang berbau fashion. Kebaya adalah pakaian adat Bali untuk wanita. Model-model kebaya pun terus mengikuti arus perkembangan zaman.

Perempuan Bali yang mengenakan kebaya dalam banyak kesempatan dituntut untuk terus aktif mengikuti trend gaya kebaya dari zaman ke zaman. Saya dan ibu sangat sering menghadiri pernikahan sanak saudara ataupun kegiatan adat lainnya. Satu, dua bahkan lima kebaya mungkin tidak bisa memenuhi kebutuhan kami dalam bermasyarakat. Pergi ke penjahit menjadi hal yang rutin bagi kami. Beruntung kami mempunyai penjahit langganan yang selalu setia menerima pesanan dari kami. Ibu Kadek, yang merupakan seorang penjahit yang kini sudah menjadi nenek dengan seorang cucu yang lucu. Dibalik kesibukannya sebagai ibu rumah tangga merangkap nenek yang siap sedia, Ibu Kadek masih sempat membuka usaha kecil. Ia sempat mengenyam pendidikan menjahit dan kini mengembangkan skillnya dengan menerima pesanan jahitan khusus kebaya.

Hampir Selesai 1 Kebaya 

Ibu Kadek Sedang Mengerjakan Pesanan Kebaya Selanjutnya


 Kondisi Tempat Usaha Ibu Kadek 

Walaupun tempat usaha Ibu Kadek terbilang sempit, namun hal ini tidak menjadi alasan untuk menyurutkan semangatnya. Ia selalu tangguh dan tidak pernah menolak orderan walau mengerjakan semua orderan tersebut seorang diri. Tarif yang dipatok pun tidak tergolong mahal dengan hasil jahitan yang memiliki kualitas baik. Tidak jarang kami memesan kebaya karena hari-hari kami tidak luput dengan kegiatan adat istiadat.

Kebaya Modern Hasil Karya Ibu Kadek 

Hal yang paling mengharukan adalah saya diwisuda dengan mengenakan kebaya modern hasil karya penjahit langganan saya sejak di bangku sekolah dasar. Ini kenangan yang tidak terlupakan karena Ibu Kadek turut andil di hari besar saya.

Ibu, Saya dan Hasil Karya Ibu Kadek

Bahagia itu sesederhana menerima hasil karya kebaya Ibu Kadek yang pas dikenakan di badan kami. 

Terima kasih, Ibu Kadek. Terima kasih, mass market.

Saya sempat mencoba simulasi "Menabung untuk Memberdayakan" dari Bank BTPN. Berikut adalah hasil simulasi saya:


Dengan menabung di BTPN tidak hanya mendapat dana yang tumbuh optimal, tetapi juga turut berpartisipasi dalam memberdayakan jutaan mass market Indonesia. Jika ingin mencoba simulasinya bisa mengakses di http://www.menabunguntukmemberdayakan.com 


Selamat menabung, selamat memberdayakan mass market Indonesia!